Site Network: Personal | My Company | Artist projects | Shop

 

senyum itu baik



amuk massa

massa itu sampah, demikian kata elias canetti, kerumunan manusia tidak pernah berpikir, mereka bertindak tanpa nalar, dan terjangkit histeria. massa yang marah bisa menjadi monster bola api yang membakar apa saja yang dilewatinya, bisa menjadi kanibal yang memakan sesamanya, bisa menjadi penjagal yang bisa membunuh tanpa belas kasih. massa demikian mudah dijangkiti amok, amuk massa.

massa adalah kerumunan manusia yang kehilangan identitas individunya. karenanya massa tidak mengenal tanggung jawab individu. dengan demikian, apapun tindakan yang dilakukannya bisa lepas dari jerat hukum. karena hukum mengikat hak dan tanggung jawab individu, bukan kerumunan manusia tanpa identitas diri.

karena sifat dasarnya yang tanpa identitas, maka massa seringkali dijadikan alibi kejahatan individu. penguasa lalim seringkali bersembunyi dalam massa yang histeris untuk mencuci kejahatannya. dalam banyak budaya, sakralisasi figur dan kekuasaan adalah proses niscaya sebagai alat untuk menciptakan histeria massa. maka jadilah massa yang rela melakukan apa saja demi sang figur, karena tidak ada beban tanggung jawab individu atas tindakannya di kemudian hari.

cara lain untuk menciptakan massa yang histeris adalah penyeragaman. karena dalam seragam, seseorang dapat kehilangan kepribadiannya. pada satu sisi, seragam mendatangkan pride, kebanggaan, di sisi lain dengan seragam orang akan mudah menanggalkan akal sehat. itu sebabnya, tentara perang dalam sejarahnya adalah komunitas pertama yang diseragamkan. untuk mematikan rasionalitas dan ketakutannya akan kematian diri di medan tempur.

dalam sejarah penegakan hukum. para penegak hukum seringkali kesulitan menangkap pelaku kejahatan massa dan kejahatan berseragam. meski dalam beberapa kasus, karena kelemahan kejahatan berseragam ini mengenal hirarki, maka pucuk dari hirarkinya biasanya dikorbankan ketika menjadi pecundang.

kejahatan massa lebih sulit diungkap, karena massa yang histeris tidak mengenal hirarki. karenanya, para penguasa yang pengecut gemar sekali menciptakan histeria massa untuk melindungi kejahatannya. ketika menjadi pecundang mereka gemar sekali menjerumuskan massa nya pada amuk. persis, seperti sejarah para penguasa negeri ini.

posted by wonka @ 1:03 PM,

0 Comments:

Posting Komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

<< Home