Site Network: Personal | My Company | Artist projects | Shop

 

senyum itu baik



eman burung sudah mati

sungguh ini bukan kabar burung. mang eman burung telah mati. kabar kematiannya menyentak saya.

ia bukan siapa-siapa di kampung saya, bahkan bukan apa-apa. ketika ia masih ada, orang-orang malah berusaha menganggapnya tiada. lebih baik ia tiada, keberadaannya menjadi luka bagi kampung saya.
sebenarnya ia sosok yang cukup dibanggakan di masa silam. perawakan tinggi besar yang simpatik, kecerdasannya, dan ia satu-satunya orang berpendidikan belanda di kampung saya. tapi itu dulu, sebelumnya kewarasan direnggut dari kepalanya. sejak itu orang mengenalnya sebagai eman burung (sunda, burung = gila).

tapi saya tidak akan pernah lupa. dialah yang pertama kali membacakan max havelaar buat saya. novel berbasa belanda yang saya ambil dari ruang baca aki. ia menterjemahkan dalam bahasa sunda yang menarik hati. sejak itu saya sering mengangkut buku berbahasa belanda peninggalan aki ke rumahnya. meski tentu saja sangat beresiko buat anak sd seperti saya, karena ia tak pernah lepas dari golok panjangnya. golok dan orang gila, duet yang cukup mengerikan.

sampai sekarang saya tak pernah tahu apa penyebab kegilaannya. para tetangga pun tak ada yang tahu.

bulan lalu, ada kabar dari kampung. eman burung telah mati. bukan karena bunuh diri yang sering gagal dilakukannya. penyakit tua telah mengantar nyawanya.

tuhan pasti tahu penyebab kegilaannya. semoga ia diterima di sisiNya.

posted by wonka @ 5:08 AM,

0 Comments:

Posting Komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

<< Home