Site Network: Personal | My Company | Artist projects | Shop

 

senyum itu baik



mari maafkan paus benediktus

seperti sudah sering kita dengar di berbagai majlis taklim. diriwayatkan, pada masa rasulullah s.a.w masih hidup. ada seorang tetangga yang selalu meludahi nabi muhammad ketika lewat dekat rumahnya untuk solat berjama'ah.
satu ketika, nabi lewat tanpa ada orang yang meludahinya. baginda rasul mencari orang tersebut, dan sampai ke rumahnya. ternyata ia sedang sakit keras. rasul pun mendo'akan kesembuhannya. orang tersebut meminta maaf seraya menangis tersedu. saat itu pula ia mentahbiskan diri akan keislamannya.

begitu cara rasulullah s.a.w memperlakukan orang yang mencoba menyakitinya.

dalam konteks yang berbeda, paus benediktus sudah mengakui kekhilafannya. dengan tulus ia meminta maaf kepada seluruh ummat islam di dunia akan salah katanya.

sebagian orang tak berhenti menghujat, bahkan menyerukan kematiannya. sungguh menyayat hati.

dalam cerita di atas tadi, rasul memberi teladan cara memperlakukan orang yang menyakiti.
sebagai ummatnya, apakah tak bijak jika kita meneladaninya?

apakah jika tak ikut menghujat paus benediktus yang sudah dengan tulus meminta maaf, seseorang akan kehilangan keislamannya?

rasanya rasulullah s.a.w tidak mengajari membunuh orang yang menyinggung perasaan kita.

posted by wonka @ 2:51 PM,

3 Comments:

At Selasa, September 19, 2006 5:24:00 PM, Blogger Anang said...

mari saling memaafkan...

 
At Rabu, September 20, 2006 9:00:00 AM, Blogger Ronn said...

bener banget.....

 
At Rabu, September 20, 2006 11:20:00 AM, Anonymous gaussac said...

ngikut aja deh

 

Posting Komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

<< Home