Site Network: Personal | My Company | Artist projects | Shop

 

senyum itu baik



tuhan, izinkan saya bercelana jeans

usai solat ashar, di mesjid kecil pinggiran kota. sejenak luruskan kaki yang pegal setelah menyetir 5 jam tanpa henti.

datang pria dengan baju gamis panjang, celana semata kaki. jenggot tipis di dagunya dibiarkan tumbuh dengan rapi. wajahnya sejuk, keningnya menghitam, tanda sujud yang sering terulang. dengan sopan ia menyapa saya. ramahnya basa basi, bertanya ini itu, ngobrol ngalor ngidul kesana kemari.

saya menghindar ketika obrolan mulai mengarah pada diskusi agama dan praktiknya. ia mulai mendesakkan anjuran cara saya berpakaian. katanya, sebagai muslim yang taat pada ajaran rasulullah s.a.w, sudah selayaknya saya berpakaian seperti sang nabi berpakaian.tidak sopan katanya solat bercelana jeans berkaos oblong.

pembicaraan saya sudahi dengan pamit. perjalanan harus dilanjutkan. sebelumnya saya tanyakan sesuatu padanya, "saudaraku, jika cara berpakaian ini anda anggap hina. apakah dengan begitu saya menjadi hina pula di hadapan allah?"

dengan ucapan salam, saya pamit meninggalkannya.

ya allah, apa kau ingin kusembah dengan cara berjubah?

posted by wonka @ 12:33 PM,

9 Comments:

At Senin, September 18, 2006 4:02:00 PM, Blogger Maryulis Max said...

Pertanyaan Anda kepada Allah sungguh menggelitik. Saya suka. Semoga Allah tidak menganggap kita hina dina hanya lantaran shalat pake jeans dan kaos oblong. Yang penting kan bersih dari najis, ya kan Bro? Salam kenal..

 
At Senin, September 18, 2006 5:40:00 PM, Anonymous hafidz said...

mmmm.... salam kenal juga :)

 
At Selasa, September 19, 2006 1:33:00 AM, Anonymous Anonim said...

ditambah dengan niat!

 
At Selasa, September 19, 2006 2:01:00 AM, Blogger linda said...

yang penting niat & ikhlas

 
At Selasa, September 19, 2006 2:15:00 AM, Blogger angin-berbisik said...

Saya suka banget postingan ini ul...emang ini kisah nyata kamu ya?

 
At Selasa, September 19, 2006 3:11:00 AM, Blogger diandra_diandra said...

:) menarik ya..
Seperti dua sisi mata uang. Yang satu begitu mengikuti syariat, tapi untuk yang ingin biasa-biasa saja, terlihat seperti fanatisme..
Selalu seperti itu..

 
At Selasa, September 19, 2006 5:57:00 AM, Anonymous meiy said...

aku blm pernah tahu kalau bercelana jins akan menjadi hina di depan Allah, atau mestikah orang berjubah? Tapi menurutku bukan model yg menentukan, tapi syarat menutup aurat dlm Islam...dan syarat syah shalatnya

 
At Selasa, September 19, 2006 12:01:00 PM, Blogger pacarterbang said...

biar berbeda..saling menghormati adalah mulia, toleran walaupun terhadap yang tidak toleran, semoga allah meridhai kita..amien

 
At Rabu, Oktober 11, 2006 1:20:00 AM, Blogger dianti said...

setuju sama meiy.

Kurasa, masih banyak persoalan umat ini yang bisa kita bahas & dicarikan solusi konkretnya, daripada sekedar style berpakaian seperti jeans, celana panjang (buat akhwat), de el el.
Yang penting, ikutin tuntunannya.

dianti

 

Posting Komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

<< Home