Site Network: Personal | My Company | Artist projects | Shop

 

senyum itu baik



allahu akbar

selesai solat subuh, dapat email baru dari teman. isinya video penyembelihan orang. sepertinya terkait dengan peristiwa-peristiwa politik terkini di timur tengah.

empat orang bersurban dengan cadar menutup wajahnya, mengucapkan "allahu akbar" lalu srett!! dengan pisau terhunus memotong leher seorang tawanan hingga putus. darah memancar kemana-mana. dilihat dari bentuk wajah dan posturnya, sang terbunuh itu bertampang timur tengah juga. mungkin dengan agama yang sama, etnis yang sama. hanya pandangan politik yang berbeda. mereka menyembah allah yang sama.

bertahun belakangan ini, kalimat "allahu akbar" makin sering terdengar dalam berbagai peristiwa. ketika pasukan pam swakarsa menghalau demo mahasiswa di masa awal reformasi, pun mereka teriakan allahu akbar. ketika kerusuhan berlangsung, massa yang marah membakar rumah dan toko, pun mereka teriakan allahu akbar. demo-demo menentang kebijakan politik pemerintah mutkahir, pun teriakkan allahu akbar.

waktu kecil, sudah menjadi kebiasaan saya ketika ditanya orang, saatnya solat tiba, saya selalu bilang mau "allahu akbar". karena seruan pujian untuk keagungan allah itu, pertama kali akrab di telinga ini identik dengan adzan, panggilan untuk solat.

ketika tinggal di pesantren yang jauh dari rumah, sering saya menitikkan airmata ketika pulang kampung di malam lebaran. gema takbir terdengar sepanjang perjalanan. allahu akbar...besok pagi dengan kasih sesama manusia dengan penuh kasih saling maaf memaafkan. dengan iringan takbir, manusia kembali pada fitrahnya, kembali suci pada hari kemenangan itu.

kini gema takbir itu menjadi menakutkan, orang-orang terbakar amarah ketika mendengar allahu akbar. seakan gema takbir itu adalah perintah untuk menjarah, perintah untuk membunuh, perintah untuk menghabisi karir politik orang lain.

saya ingin "allahu akbar" yang dulu.
seperti yang diajarkan aki, dengan keagungan allah mengajak manusia beribadah tanpa pamrih...lalu mengasihi sesama.

allahu akbar

posted by wonka @ 7:19 AM,

4 Comments:

At Senin, September 11, 2006 2:35:00 AM, Blogger diandra_diandra said...

astaghfirullah..
nyawa orang kok sekarang di buat ngga ada harganya banget ya..

 
At Rabu, September 13, 2006 2:06:00 AM, Blogger mutiara nauli pohan said...

sama, aku juga
sekarang terlalu sering denger orang nyebut nama Allah sekena2 nya aja

 
At Rabu, September 13, 2006 8:31:00 AM, Blogger brajadenta said...

bener...
banyak yg nyebut Asmaul Husna di mulutnya tapi di otak dan hatinya brantakan...
teriak2 nyebut nama Tuhan tapi dengan nada marah...
trus terang gua sedih ngeliat orang yg secara ga sadar udah ********** nama Tuhan nya, nama Tuhan gua, nama Tuhan kita semua...
semoga Tuhan memaafkan mereka semua...
amin...

 
At Minggu, September 17, 2006 1:27:00 PM, Blogger NiLA Obsidian said...

setuju....
saya juga rindu....
dengan "ALLAHU AKBAR"..yang diajarkan aki dan nini dulu.....

 

Posting Komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

<< Home