Site Network: Personal | My Company | Artist projects | Shop

 

senyum itu baik



in memoriam aki

setiap subuh, seperti de javu yang kejutkan alam antara permukaan dan bawah sadar. masih teringat suara lembutnya aki.

aki, begitu saya memanggilnya, ayah dari ibu. lelaki yang mengajari saya hidup sejak mula.
orang-orang kampung memanggilnya abah. tentu saja abah yang baik, yang menyisakan kenangan di benak banyak orang hingga kini.

setiap ramadhan tiba, aki menjadi semacam sinterklas buat anak-anak di kampung saya. hadiah selalu diberikan buat anak-anak yang tamat puasanya. setiap menjelang magrib, aki keliling kampung, menyambangi tempat anak-anak kecil ngabuburit sambil memastikan kewajiban solat asharnya sudah ditunaikan. buah-buahan dan gula-gula, makanan ringan yang membuat hati anak-anak senang adalah pengantar orang-orang kampungku menuju dewasanya, belajar ibadah sedari dini, berpuluh tahun aki mengawalnya.

pun pada para santrinya, aki adalah sosok abah yang ramah, yang menggratiskan semua biaya buat santrinya. tak jarang mereka dibekali banyak hal ketika pamit pulang.

aki buat saya adalah sosok unik yang bersahaja. masih teringat pabrik kecapnya yang diberi merk "kecap nomor 2", namun menjadi kecap terlaris di daerahku tahun 50an. pula minyak kelapa dan galendo "nomor 2" nya yang berhasil membiayai ibu, paman, bibi sekolah dan mengaji.

setiap subuh, suaranya lembut menggamitku pergi ke mesjid, lalu mengaji alif ba ta hingga matahari terbit. kadang mengantarku sekolah dengan sepeda kumbang tuanya.

tujuh belas tahun sudah berlalu, menjelang ramadhan tahun 89 di usia 84 aki mendahului kami. antrian kelulusan ujian hidup di dunia ini.

seperti de javu, setiap subuh suara lembutnya menggamit tanganku, menuntun ke air wudhu.

untuk aki, k.h fachrurrozi bin k.h abdurrahman..al faatihah

posted by wonka @ 9:54 AM,

0 Comments:

Posting Komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

<< Home