Site Network: Personal | My Company | Artist projects | Shop

 

senyum itu baik



surat dari si bungsu

senangnya dapat kiriman surat dari kampung, rupanya adik saya yang
bungsu sudah mulai suka menulis. sudah kelas 2 smp, tulisannya lucu,
menggemaskan, kadang nyebelin. berikut ini suratnya, sudah saya
terjemahkan ke bahasa indonesia. versi aslinya dalam bahasa sunda.

jumpa lagi akang,

seperti yang diceritakan di surat saya lebaran lalu, kampung kita
makin parah saja kemaraunya. sawah menjadi hamparan tanah terbelah,
kolam-kolam mengering, sebagian mulai retak. jika pun ada air tersisa,
tak lebih seperti kolam sirup sirsak busuk, hijau dan bau, mana ada
ikan tahan hidup di dalamnya.
kerbau dan kambing memakan rumput menguning, ayam memakan kokoknya
sendiri. hanya kucing saja yang tetap bahagia, duri ikan asin tak
terpengaruh iklim yang kering.
saya sendiri mulai mandi 2 hari sekali, itu pun setelah susah payah
mengantri air di mata air buatan di lebak yang tak jernih. 500 meter
dari rumah kita.
bayangkan akang, subuh yang gelap saya harus mengangkut air sejauh itu
untuk wudlu dan mandi. beruntung santri abah mau membantu mengangkut
air, hingga abah tak perlu ikut mengantri.
bayangkan akang, sampai jam 12 malam orang-orang hilir mudik di depan
rumah kita dengan pikulan ember kecil air yang tak jernih. pasti di
eropa tidak ada kejadian seperti ini.
minggu lalu bupati mampir ke kampung kita, banyak hal dijanjikan di
depan abah. air bersih, dan irigasi baru katanya. tetapi seperti yang
akang bilang, syarat menjadi bupati itu harus bodoh dan bebal. bupati
itu sangat memenuhi syarat. janjinya tak lebih sebagai janji orang
bodoh dan bebal. pasti abah sudah memaafkannya.
jum'at kemarin solat istisqa' dilaksanakan di lapangan bola, setelah
itu mendung, mendung saja. mungkin orang-orang hanya berdo'a minta
mendung.

mudah-mudahan akang dan teteh cepat pulang membawa hujan, boleh hujan
apa saja. yang penting bukan hujan ikan lele. saya benci ikan lele.
karena patilnya, jari saya bengkak dibuatnya.

do'akan saya bisa sekolah tinggi seperti akang dan teteh di eropa.
salam dari kampung.

hehe, akang pasti tidak ingin berkirim salam buat bupati bodoh itu.


sodara-sodari yang baik hati, menyenangkan sekali punya adik bungsu seperti ini. ada
komentar?jika ada, nanti komentar anda saya kirimkan bersama surat balasan saya
buat si bungsu. biar jadi bahan tambahan belajarnya. makasih banyak.

posted by wonka @ 4:05 AM,

4 Comments:

At Senin, November 06, 2006 4:30:00 AM, Blogger diandra_diandra said...

wah Kang :)
adiknya cerdas pisan :)
hehehe,, jadi seneng baca suratnya.

 
At Senin, November 06, 2006 8:13:00 AM, Blogger nila said...

kadang saudara muda memicu kita utk tetap berkarya...
untuk tetap ada pada rel yang benar.....
saudara muda kadang mengingatkan kita untuk selalu memberi contoh yang baik.....

salam buat adiknya ya

 
At Senin, November 06, 2006 8:36:00 AM, Blogger FLaW said...

hmm.. adiknya pater sangat 'jujur' dalam menulis. Keliatan lancar sekali dalam menuliskan apa yg dimaksud. Apa yang dipikirkan langsung ditulis. Seperti bagian 'ikan lele' itu. Hahaha....I like that part. Suratnya 'segar' banget. :)

 
At Selasa, November 07, 2006 6:15:00 AM, Blogger abah-ruli13 said...

Titip salam ti Abah,

Salawe salikur oray kadut ditalian, Si bungsu geus hade jeung pinter, tuluyukeun we sakalian....!

 

Posting Komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

<< Home