Site Network: Personal | My Company | Artist projects | Shop

 

senyum itu baik



djoeir

saat mengenalnya usia saya baru 18, hanya satu perjumpaan, saya mengagumi semangatnya.

ia baru menerbitkan memoarnya, judulnya cukup bikin penasaran "memoar seorang sosialis", tahun 98, apapun yang berbau sosialisme adalah pemicu semangat menggebu, gelora rasa ingin tahu. pun begitu dengan saya, begitu bersemangat saya membacanya, membayangkannya semuda dulu, bertualang dengan nalar, revolusi fisik, plus pengembaraan ala detektif. sungguh, ini adalah pengalaman pertama saya didongengi pejuang kemerdekaan, langsung dari mulutnya sendiri.

perjumpaan itu berlanjut komunikasi yang baik, pak djoeir moehamad, ternyata pahlawan yang rendah hati. mau saja ia menjawab rasa ingin tahu saya. menghadiahi bacaan-bacaan, memberi nomor telepon rumahnya.

beberapa bulan kemudian, saya menelponnya, katanya sedang tidak enak badan, saat saya meminta beberapa bukunya, jawabannya adalah ya! bukan main girangnya.

dua minggu setelahnya, saya akan ke jakarta, menelpon dulu ke rumahnya, alangkah terkejutnya saya. di seberang telepon, seseorang bilang, pak djoeir sudah meninggal dunia.

sedih, sedih sekali bila mengingatnya...

posted by wonka @ 3:48 PM,

0 Comments:

Posting Komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

<< Home