Site Network: Personal | My Company | Artist projects | Shop

 

senyum itu baik



penyair, kata, dan nyata

buat teman saya yang gagah dalam kata-kata.

saya bukan penyair sepertimu, yang dari air liur lidah puisimu mengalir kehormatan. seandainya pun bisa, tentu saya tak akan memilih sepertimu.
setiap hari ide-ide hebat lahir dari benak dan mengalir dalam kata-kata indahmu, yang hebat kadar sastranya (setidaknya menurut para kritikus miskin imajinasi yang sibuk mengomentari orang lain tanpa mampu berkarya sendiri), yang tegar seperti gunung karang, yang realis indah tanpa cela seperti lukisan da vinci (terutama jika kamu sedang jatuh cinta : bukankah semua negeri mampu membuat seorang tiba-tiba menjadi pujangga ketika jatuh cinta).

tentu saja sudah berkali-kali saya minta maaf padamu. saya selalu lancang menuntutmu mewujudkan kata-kata gagahmu di alam nyata. lalu kamu mengindar, dan memilih tidak berteman dengan orang-orang bawel seperti saya.

sekarang saya tidak akan menuntutmu yang bukan-bukan. tugasmu di dunia ini memang hanya berkata-kata, sedikit membual biar para pengagummu tergugah semangat hidupnya, tanpa melekat padamu kewajiban mewujudkannya.

karena singgasanamu bukan di dunia nyata, tempat saya berdarah-darah mewujudkan mimpi-mimpi picisan dari khayalan kelas rendahan.

*buat temanku yang cerdas, maafkan temanmu yang pandir dan lancang ini.

posted by wonka @ 6:57 AM,

1 Comments:

At Minggu, Maret 18, 2007 4:38:00 PM, Blogger NiLA Obsidian said...

meski sang penulis tidak lebih baik dari apa yg ditulisnya.....
paling tidak, dia sudah membuat pembaca menjadi lebih baik...

 

Posting Komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

<< Home