Site Network: Personal | My Company | Artist projects | Shop

 

senyum itu baik



moro bagong


pernah denger moro bagong?
maaf, buat temen-temen dari jawa yang punya sodara, temen, tetangga, atau mertua bernama bagong, bukan bermaksud menyinggung perasaan anda, tetapi di kampung saya, bagong berarti babi hutan. sedangkan tokoh bagong dalam pewayangan, lebih akrab disebut cepot. leres teu wa ewok? :) hidup cepot lah!!


ini cerita lebaran 87


besok moro bagong, hari yang ditunggu-tunggu, bahkan sejujurnya lebih saya tunggu dibanding lebaran. selama ini saya hanya dapat cerita saja dari kakak-kakak saya tentang perburuan ini. cerita tentang gunung yang dipagar, dikejar-kejar bagong sampai naik pohon, bagong bayangan (ini katanya si bagong kemasukan setan, jadi galaknya setengah mati, hanya pawang yang bisa menaklukan), dan banyak cerita-cerita aneh di sekelilingnya.


nasi timbel, sambel kelewek, peda beureum, sambel honje sudah disiapkan nini, sudah pamit bersama wa ewok (dipanggil ewok karena berewok meureun) besok kita moro bagong. senangnyaaa....pengen cepet besok.


bukit sudah dipagar sejak tiga hari hari lalu, dipagar keliling bambu dan anyaman ijuk. kata wa ewok, biar bagongna teu kabur, tak pergi ke gunung lain dan tak ke ladang palawija penduduk. nampak ratusan orang sudah mengelilingi bukit itu, membawa peralatan seperti parang, golok, dan terutama kuli (ini sejenis tombak bermata kail). anjing berburu puluhan jumlahnya, menyalak galak, sepertinya sudah siap menelan bulat-bulat apapun yang lewat. menciutkan nyali, apalagi hanya sedikit anak-anak sepantar saya diantara kerumunan itu.
menjelang jam 8 pagi, kerumunan itu menaiki bukit, berbaris membuat bukit berpagar betis, berteriak beradu keras dengan anjing menyalak. saya membawa kuli disamping wa ewok, menyiapkan diri memanjat pohon paling tinggi.. hehehe, sejujurnya..takutnya setengah mati. di pertengahan bukit, saya dititipkan di dahan pohon jengkol paling kokoh, melihat di bawah ramai, ceuyah..orang-orang mulai menusuk-nusuk rerimbunan rumput disangka sarang bagong (tips berburu bagong wa ewok : sarang kempes berarti berisi, sarang kembung berarti tak ada bagong). satu persatu bagong lari, orang-orang seperti kesetanan memburu, darah mengucur, ada teriak ada anjing nyalak, sampai seolah tanpa beda mana teriak mana nyalak.
di pohong jengkol saya melihat semuanya, bagong menggelepar meregang nyawa, darah bersimbah merah, anjing digigit bagong, bagong digigit anjing. orang diseruduk bagong, bagong menyeruduk angin..karena orang-orang pandai lari berkelit, sedang bagong hanya berlari lurus.
menjelang petang, perburuan usai. beberapa bagong ditangkap mati, ada anak bagong, bapak bagong, emak bagong, uwa bagong, mang bagong..semuanya bagong. beberapa bagong ditangkap hidup-hidup. katanya, besok sore acara dilanjut dengan ngadu bagong.
saya turun dari pohon jengkol dengan perasaan ngeri, jika manusia menjadi minoritas dan bagong menjadi mayoritas. akankah bagong menyebut manusia dan mereka moro jelema?
timbel lalu kami lahap habis, diantara bangkai-bangkai bagong bermandi darah...ngeri sih, tapi lapar..mau gimana lagi...


kapan-kapan kalo sempet saya mau nulis “ngadu bagong” besok hari nya.

posted by wonka @ 5:43 PM,

0 Comments:

Posting Komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

<< Home